Official Partner MBO128|S1288POKER
PIALA DUNIA FIFA 2026 PIALA DUNIA FIFA 2026
memuat…

Gol Taremi Mirip Weghorst Dibatalkan VAR dalam Laga Iran

bbci.co.uk · · 1 menit baca

VAR Batalkan Gol Menarik Taremi

Pemain Iran, Mehdi Taremi, mencetak gol yang sangat mengesankan dalam pertandingan terbaru, yang mengingatkan pada gol kontroversial Wout Weghorst saat melawan Argentina di Piala Dunia 2022. Namun, kebahagiaan Taremi harus sirna ketika gol tersebut dibatalkan oleh sistem VAR karena pelanggaran offside.

Dalam momen yang mengundang decak kagum, Taremi berhasil melepaskan tembakan yang terlihat seperti akan menjadi sorotan utama pertandingan. Gol tersebut menunjukkan keterampilan dan ketepatan timing yang luar biasa, namun keputusan VAR menunjukkan bahwa ia berada dalam posisi offside pada saat bola dikirimkan.

Keputusan ini kembali memicu perdebatan mengenai penggunaan VAR dalam sepak bola, di mana banyak penggemar dan analis mempertanyakan keakuratan dan konsistensinya. Momen-momen seperti ini tidak jarang membuat frustrasi baik pemain maupun pendukung, terutama ketika gol yang dicetak dianggap sangat spektakuler.

Meski gol Taremi tidak diakui, penampilannya tetap menjadi sorotan, menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh striker Iran ini. Dengan keahlian dalam menyerang, Taremi diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi timnya di pertandingan mendatang.

Sumber: bbci.co.uk

Berita Terkait

Kondisi Bukayo Saka Jelang Pertandingan Melawan DR Congo

Bukayo Saka tidak tampil sebagai starter saat Inggris menghadapi DR Congo di babak 16 besar.

Stadion Pakansari Siap Menjadi Kandang Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026

PSSI mengonfirmasi Stadion Pakansari siap digunakan oleh Timnas Indonesia pada ASEAN Championship 2026.

Prediksi Pertandingan Inggris vs DR Kongo: Tantangan Awal bagi Tiga Singa

Inggris bersiap menghadapi DR Kongo dalam babak 32 besar, mencari jalan menuju pertemuan dengan Meksiko.

Peningkatan Kasus Penyalahgunaan Rasial Online di Piala Dunia

Piala Dunia mengalami lonjakan signifikan dalam kasus penyalahgunaan rasial online, menurut laporan FIFA.