Official Partner MBO128|S1288POKER
PIALA DUNIA FIFA 2026 PIALA DUNIA FIFA 2026
memuat…

Ousmane Dembele Bela Kylian Mbappe dari Kritik Berlebihan

bbci.co.uk · · 1 menit baca

Dembele Dukung Rekan Setimnya di Timnas Prancis

Pemain sayap Prancis, Ousmane Dembele, angkat bicara mengenai kritik yang diterima oleh kapten tim nasional, Kylian Mbappe. Dalam pandangannya, kritik yang ditujukan kepada striker Real Madrid tersebut telah melampaui batas yang seharusnya.

Mbappe, yang dikenal sebagai salah satu pemain terbaik dunia, sering kali menjadi sorotan media dan publik, terutama setelah penampilan yang kurang memuaskan dalam beberapa pertandingan terakhir. Dembele, yang juga merupakan bagian dari skuat Les Bleus, merasa bahwa tekanan yang diterima Mbappe tidaklah adil, mengingat kontribusinya yang signifikan bagi tim.

“Kritik yang diterima Mbappe sudah terlalu jauh. Dia adalah pemain kelas dunia dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk tim,” ungkap Dembele. Pernyataan ini menunjukkan solidaritasnya terhadap rekan setim dan kepeduliannya terhadap dampak psikologis dari kritik yang berlebihan.

Seiring dengan persiapan timnas Prancis menjelang pertandingan mendatang, penting bagi para pemain untuk saling mendukung. Dembele berharap bahwa dengan memberikan dukungan kepada Mbappe, mereka dapat mengatasi tekanan dan fokus pada tujuan bersama mereka di pentas internasional.

Sumber: bbci.co.uk

Berita Terkait

Uji Pengetahuan Sepak Bola: Siapa Saja 40 Tim Teratas di Tabel Sejarah Piala Dunia?

Tantang diri Anda untuk mengurutkan 40 tim teratas di sejarah Piala Dunia sepak bola.

Jonjo Shelvey Siap Tampil di Dokumenter Timur Tengah Setelah Bergabung dengan Arabian Falcons

Eks pemain Manchester United, Jonjo Shelvey, akan berperan dalam dokumenter baru di Timur Tengah.

Tebak Pemain Bintang Piala Dunia No 23: Siapa Dia?

Uji pengetahuan sepak bola Anda dengan menebak pemain bintang Piala Dunia No 23 dalam beberapa percobaan.

Cody Gakpo Cetak Gol Mengharukan Usai Kehilangan Anak Pertama

Cody Gakpo mencetak gol untuk Belanda setelah kehilangan anaknya yang belum lahir.