Official Partner MBO128|S1288POKER
PIALA DUNIA FIFA 2026 PIALA DUNIA FIFA 2026
memuat…

Presiden UEFA Menolak Hadir di Final Piala Dunia sebagai Protes terhadap FIFA

bbci.co.uk · · 1 menit baca

Pada ajang final Piala Dunia yang mempertemukan Argentina dan Spanyol, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, memilih untuk tidak hadir. Keputusan ini diambil sebagai bentuk protes terhadap badan sepak bola dunia, FIFA.

Ceferin, yang dikenal dengan sikap tegasnya dalam mengelola sepak bola Eropa, menyampaikan ketidakpuasannya terhadap sejumlah kebijakan yang diambil oleh FIFA. Meskipun final Piala Dunia adalah salah satu momen paling bergengsi dalam kalender sepak bola, Ceferin merasa bahwa kehadirannya akan bertentangan dengan prinsip-prinsip yang ia anut.

Protes yang Berlanjut

Protes ini bukanlah yang pertama kali dilakukan Ceferin terhadap FIFA. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara UEFA dan FIFA telah mengalami ketegangan, terutama terkait dengan format kompetisi dan pengaturan hak siar. Dengan keputusan untuk tidak menghadiri final, Ceferin menegaskan bahwa ia berdiri di atas nilai-nilai yang diyakininya.

Ketidakhadiran Ceferin menjadi sorotan, terutama di kalangan penggemar sepak bola dan analis yang mengikuti perkembangan hubungan antara kedua organisasi ini. Banyak yang berpendapat bahwa langkah ini dapat memicu diskusi lebih lanjut mengenai reformasi dalam tata kelola sepak bola global.

Sumber: bbci.co.uk

Berita Terkait

Persija Jakarta Resmi Perpanjang Kontrak Andritany Ardhiyasa

Persija Jakarta mengumumkan perpanjangan kontrak untuk kiper andalan mereka, Andritany Ardhiyasa.

Tebak Pemain Bintang Liga Premier: Siapa Dia?

Uji pengetahuan Anda tentang bintang Liga Premier dengan menebak identitas pemain hari ini.

Uji Pengetahuan Sepak Bola Anda dengan Quiz Kilat 163

Uji seberapa baik pengetahuan Anda tentang Piala Dunia 1970 dalam kuis cepat ini.

Nauru: Kesempatan Emas untuk Memperkenalkan Sepak Bola di Tanah yang Belum Pernah Berkompetisi

Nauru, negara yang belum pernah bermain sepak bola resmi, menghadapi peluang untuk mengubah sejarahnya.