Usaha FIFA Memperkenalkan Empat Kuartal di Piala Dunia 1994 yang Dihalang UEFA
Rencana Kontroversial FIFA untuk Piala Dunia 1994
Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat menjadi momen bersejarah bagi sepak bola, namun di balik kesuksesannya terdapat rencana yang kontroversial dari FIFA. Organisasi sepak bola dunia ini pernah mengusulkan agar pertandingan dibagi menjadi empat kuartal, sebuah ide yang sangat berbeda dari format tradisional dua babak yang sudah ada sejak lama.
Usulan ini muncul dalam konteks untuk meningkatkan pengalaman menonton dan memberikan kesempatan bagi pemain untuk beristirahat sejenak. Dalam perencanaan awal, FIFA berharap bahwa dengan adanya jeda, para pemain dapat terhidrasi dengan lebih baik, terutama mengingat suhu yang cukup tinggi saat itu di AS.
Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus. UEFA, sebagai badan pengatur sepak bola Eropa yang memiliki pengaruh besar, menolak ide tersebut. Mereka berpendapat bahwa format yang ada sudah cukup efektif dan tidak perlu diubah. Penolakan ini mencerminkan ketegangan yang sering terjadi antara FIFA dan UEFA dalam menentukan arah permainan sepak bola global.
Sejak itu, meskipun ide pembagian pertandingan menjadi empat kuartal terhenti, isu mengenai waktu istirahat untuk hidrasi kembali muncul dalam diskusi menjelang Piala Dunia 2026. Beberapa pihak mengkhawatirkan bahwa jeda hidrasi yang diperkenalkan di turnamen mendatang mungkin tidak akan diterima dengan baik oleh para penggemar dan pemain.
Dengan pengalaman yang telah ada, baik FIFA maupun UEFA tampaknya akan terus mempertimbangkan bagaimana cara terbaik untuk menjaga kesehatan pemain tanpa mengorbankan integritas permainan. Hal ini menunjukkan bahwa diskusi tentang format pertandingan dan kebutuhan pemain akan terus berlanjut dalam dunia sepak bola.
Sumber: fourfourtwo.com

